Friday, March 4, 2011

BUDIDAYA BELUT

MODEL-MODEL KOLAM "PEMBENIHAN"
BUD
IDAYA BELUT DI AIR BERSIHUNTUK PEMBESARANBUDIDAYA CACING LUMBRICUS
GOBES’s -> Gabungan Orang Belut Semarang & Sekitarnya
PP-UMKM KADIN JATENG -> Pusat Pengembangan Usaha Menengah Kecil Mikro


Metode terbaru untuk Budidaya Belut khususnya pembesaran adalah di "Air jernih (bersih / tanpa lumpur)". Metode ini sudah dicoba di beberapa petani yaitu Pati, Kudus, Semarang, Boyolali. Hasilnya sangat menakjubkan dalam kurun waktu 1 1/2 - 2 bulan pembesarannya sudah seukuran jari manis dan telunjuk tangan orang dewasa. Bahkan di Boyolali, bibitnya berasal dari sawah yang diambil dengan cara "disetrum" tetapi dengan cara yang benar.

namun kita "tetap" menggunakan media lumpur dengan metode khusus untuk melakukan proses pembenihannya.

KASUS-KASUS YANG TERJADI DI PETANI BELUT (MEDIA LUMPUR) YANG HARUS SEGERA DIATASI:
  1. Media lumpurnya memadat.
  2. Jerami dan gedebok pisang tidak membusuk / hancur.
  3. Media tidak keluar cacing Lor sawah sebagai cadangan pakan dalam kolam.
  4. Tanam benih 4 bulan, setelah di panen tidak ada sama sekali (mati semua).
  5. Tanam benih 4 bulan, hasil panen yang besar beberapa ekor saja, yang lainnya kecil semua.
  6. Tanam benih 4 bulan, hasil panen yang besar beberapa ekor saja, yang lainnya tidak ada (habis).
  7. Tanam benih 4 bulan, hasil panen " tetap" ukuran belutnya ( tidak bisa besar semua ).
Setelah meneliti dan mengunjungi hampir 45 orang petani belut dan menjalankan percobaan serta penelitian selama hampir 2 tahun pada beberapa media (media lumpur, media gedebok busuk + air, dan media air bersih 100 %) dan beberapa jenis belut serta berkeliling menemui para Ketua Kelompok Tani Belut dan petaninya di daerah Pati (Bpk. Ali Mutardho), Demak (Bpk. Pujiwanto dan Bpk .Sukamto), Mranggen (Bpk. Abdul Hadi) Semarang, Sragen (Bpk. Ari Sujono), Kendal (Bpk. Nuh & Bpk. Zaenal), Ambarawa ( Bu Ning), Jepara (Bpk. Fuad), Kudus (bpk. Hasan), Batang (Bpk Karjo), Pekalongan (Bpk Hadi), Tegal ( Bpk Primulyono), Indramayu (Bpk. Stanley) dan Kuningan Jawa Barat (Bpk. Ahmad Sarkhan) serta informasi dari beberapa orang “penyedek belut” dari daerah Ungaran dan Gunung Pati Jawa Tengah.
Akhirnya kami menganalisa dan menyimpulkan Kunci-kunci Pokok yang harus dipenuhi untuk Keberhasilan Beternak belut atau yang mau memulai usaha budidaya ini "Khususnya metode di media Lumpur" agar benar-benar bisa panen:
  1. Harus Mengetahui benar-benar Penjual bibit yang tidak bermasalah !”
  2. Bisa memilih bibit belut yang benar (bisa besar setelah dibudidayakan)
  3. Bisa memililh bibit yang “benar-benar sehat”
  4. Bisa “menyehatkan bibit belut di kolam karantina setelah perjalanan / transportasi
  5. Bisa mengadaptasikan suasana di alam” setelah benih masuk media
  6. Bisa membuat “benih belut mau makan” setelah ditebar di media (kalau mau makan berarti benih belut bisa hidup)
  7. Bisa membuat “media yang tidak beracun / tidak panas / cocok untuk belut”
  8. Media budidaya harus bisa menumbuhkan “cacing lor sawah” setelah berjalannya waktu antara 3 minggu sampai 1 bulan setelah digenangi air
  9. Bisa memberi “makanan yang berprotein tinggi” dan “yang disukai belut” pada awal pertumbuhannya (pada bulan I)
  10. Mengetahui “teknik memberi makan yang tepat dengan protein yang seimbang dengan berat badannya” sehingga tidak mengakibatkan kanibalisme antar sesama belut pada bulan II sampai paneni
  11. Mengetahui “tehnik cara panen yang baik” agar belut tidak luka atau mudah mati setelah dipanen
  12. Sudah adanya pembeli yang menerima hasil panen dengan sistem pembayaran ditempat setelah ditimbang, dengan harga yang bagus.

Dan untuk memenuhi kebutuhan kuota ekspor, masih banyak dibutuhkan petani-petani yang harus dilatih membudidayakan belut mulai sekarang dengan standar ekspor (sesuai dengan HACCP Budidaya).

PELUANG USAHA DAN INVESTASI YANG SANGAT DIHARAPKAN OLEH PETANI BELUT
  1. Dibuatnya "PROBIOTIK" khusus belut untuk efisiensi pakan dan probiotik untuk menekan amoniak dalam media budidaya.
  2. Dibuatnya "PABRIK PELET" khusus pakan belut yang murah dan berprotein tinggi serta bebas dari bakteri paktogen (Typus dan Coli).
  3. Dibutuhkannya "PUPUK ORGANIK" yang bisa menumbuhkan dan melipatgandakan jumlah cacing lor sawah yang ada di media lumpur budidaya.
  4. Terbentuknya "PENYULUH PERIKANAN" (PPL) khusus budidaya belut baik dari pemerintah maupun swasta sebagai pendamping petani dalam melaksanakan budidaya.
  5. Pabrik "ABON BELUT" skala rumah tangga.
  6. Pabrik "DENDENG BELUT" skala rumah tangga.
  7. Pabrik "KRUPUK BELUT" skala rumah tangga.
  8. Budidaya cacing "Lumbricus atau Tiger Australia" sebagai rekanan atau pemasok bibit cacing kepada petani belut.
  9. Pemancingan "KHUSUS" belut termasuk restorannya yang menyajikan menu aneka masakan belut.



KAMI MEMBERIKAN SOLUSI TERBAIK
DI BIDANG KEWIRAUSAHAAN DALAM
PROGRAM
P
ENDIDIKAN & PELATIHAN BUDIDAYA BELUT

Pengajar Akademik
Bp. BUDY KUNCORO, S
.Pi. - Peneliti & Penyuluh Belut (Ketua GOBES’s)
Sdr. AGUS WICAKSONO - Asisten Pengajar

Materi Utama :
- Budidaya Belut di Air Bersih untuk PEMBESARAN
- Budidaya Cacing Lumbricus sebagai Cadangan Pakan & tambahan hasil

Materi tambahan :
  • Cara Memilih Belut yang Bisa Besar
  • Model-model Kolam Pembenihan
  • Metode Pembesaran & Pembuatan Media
  • Metode Budidaya Cacing
  • Pengenalan Foto Contoh & Serba-serbi Belut
  • Jenis Penyakit Belut & Pasca Panen
  • Analisis Usaha & Tanya Jawab Interaktif dengan Ketua GOBES’s
Diharapkan dengan peserta yang sedikit (terbatas) terjadi dialog "interaktif" antar peserta dengan pengajar dan kita juga mengajak peserta pelatihan ke Petani Belut yang benar-benar sukses/berhasil sebagai study banding lapangan.

Pelatihan di Semarang, hubungi :
Danar Hudiono
telp/s
ms : (024) 911 22 959 ( Esia Operator )Jl. Pleburan Barat 24
dekat Univer
sitas Diponegoro
denah bisa dilihat paling bawah di halaman ini
Biay
a Rp. 150.ooo,-/peserta - dimohon bawa kendaraan
Jam 09.00 - 11.00 Pengajaran Teori Seluk Beluk Belut
Jam 11.00 - 13.00 Menonton Film Model-model Pembenihan & Isoma
Jam 14.00 - 16.00
Kunjungan ke Petani
JADWAL PELATIHAN :

SABTU, 15 Januari 2011 - Minimal 4 orang
Biaya tersebut sudah Termasuk Modul, Makan Siang & Snack
Bila peserta tidak bawa kendaraan maka tidak ada kunjungan, hanya dikelas.


Pelatihan di Jakarta, hubungi :
Ibu Sari - PT. QURA INDONESIA
Jl. Otista 3 C16-17 Kebon Nanas

Jakarta Timur (Gedung Pegadaian)
telp : (021) 8590 0372 - (021) 51185755
Fax : (
021) 8591 2481
Pengajar : Budy Kuncoro, SPi. dari Semarang
Biaya Rp. 400.000,- / peserta
Peserta m
inimal 10 orang,
bila hari H peserta kurang dari 10 orang maka jadwal diundur
JADWAL PELA
TIHAN :
SABTU
, 12 Maret 2011
Biaya tersebut sudah Termasuk Modul, Makan Siang & Snack


Danar Hudiono
HP/SMS. (024) 91122959
Jl. Pleburan Barat 24 Semarang
E-mail:
dynastyfarm@
gmail.com
danarhudiono@yahoo.co.id





PELAKSANAAN PELATIHAN

Pengarahan oleh sdr. Agus Wicaksono
Pelatihan Minggu 6 Pebruari 2011







Melihat contoh bibit belut.
Pelatihan Sabtu 22 Januari 2011








Pengarahan dan tanya jawab interaktif oleh Bpk. Budy Kuncoro, SPi. Selaku pengajar akademik








Pengarahan & tanya jawab penyakit belut dan pasca panennya secara visual oleh Ibu Diptarina M, APi. (Dinas Kelautan & Perikanan Semarang)






Pengarahan praktek pemilihan bibit belut yang baik (bisa besar) oleh Bpk. Tugi (ahli sedek belut)







Contoh bibit belut yang baik ditunjukkan oleh Bpk. Tugi










Pengajar
Bp. Budy Kuncoro, S.Pi.
Ketua GOBES’s Semarang
Pengajar Akademik





"Kita harus memelihara cacing lumbricus sebagai pakan utama, karena proteinnya tinggi: 76% dan dilakukan 4 bulan sebelum beternak belut. Kita pakai media lumpur sebagai media pembenihan dan media air bersih sebagai media pembesarannya, saya yakin dengan metode yang saya terapkan mempermudah petani mengatur jumlah panen maupun perhitungan analisa ekonominya"

Pendukung

Sdr. AGUS WICAKSONO
Asisten Pengajar







"kalau budidaya di lumpur kita susah memonitor dan merencanakan hasil panennya, Kalau syarat hidupnya di Air, mengapa kita tidak membudidayakan di Air saja??"


"kalau metode kita beternak belut dengan benar, nantinya
kita tidak perlu lagi membeli benih selamanya
.
Karena belut kalau kita pelihara dengan benar, akan keluar anakannya sendiri"
Rekan-Rekan Petani Belut yang Sudah Mencoba Budidaya Belut Sawah dengan Metode "Air Bersih"




Bp. Sulistyo Cahyo
Gunung Pati, Semarang






Bp. Hadi
Mbendan, Pati







Bp. Hasan
Prambatan kidul, Kudus







Bp. Ritma
Ringin telu, Semarang





No comments:

Post a Comment