Monday, March 1, 2010

ADIANTUM ( SUPLIR )

Tanaman ini daunnya berbentuk seperti pasak terbalik. Bagian tepi daunnya bergerigi. Ukuran daun kecil 0,5 – 1 cm berwarna hijau kapri. Daun yang masih muda berwarna agak kecoklat kemerahan. Batang atau tangkai daun berbentuk bulat kecil berwarna hitam seperti kawat. Arah batang ke atas kemudian melengkung ke arah samping. Ketinggian tanaman mencapai 15 – 80 cm dan berdaun lebat.

Kebutuhan Cahaya
Semua jenis Adiantum tumbuh paling bagus ditempat yang terlindung atau di bawah naungan. Kebutuhan cahaya rendah, cukup dengan intensitas sekitar 150 f.c.

Kebutuhan Suhu dan kelembapan
Adiantum membutuhkan suhu siang hari 60 – 68 derajat fahrenheit, malam hari 50 – 55 derajat fahrenheit. Kelembapan 50% adalah ideal untuk semua jenis tanaman Adiantum. Oleh karena itu kelembapan media tanam harus dipertahankan sepanjang waktu dengan cara melakukan penyiraman pagi dan sore. Jika media menjadi kering, tanaman cepat layu.


Media Tanam
Media tanam untuk suplir yang baik terdiri atas campuran satu bagian tanah, satu bagian kompos atau moss atau humus dari hutan, dan satu bagian serbuk kulit pepohonan yang digiling halus atau ditumbuk, kemudian diayak. Setiap 4,5 kg media ditambah 2 sendok makan tepung tulang.

Pemupukan
Pada saat-saat tertentu suplir membutuhkan pupuk, tetapi tidak semua pupuk tanaman hias cocok untuk suplir.
Pemupukan bagi suplir hanya dilakukan sekali-kali saja dengan menggunakan pupuk daun. Suplir yang baru dibeli tidak perlu segera dipupuk. Kalau keadaan medianya masih subur, biarkan tumbuh tanpa pupuk. Pemupukan lewat daun dilakukan 2 bulan sekali, pemupukan lewat akar (media tanam) setiap 6 bulan sekali.

Pengepotan Kembali
Pengepotan kembali (repotting) tanaman suplir dilakukan apabila media tanam telah memadat. Pengepotan kembali dapat juga dilakukan setelah pemupukan lewat daun tapi tanaman tersebut tidak menunjukkan kemajuan dalam pertumbuhannya. Apabila tanaman telah memenuhi permukaan pot dan akar telah banyak bermunculan keluar, merupakan suatu tanda bahwa suplir harus segera dilakukan repotting. Repotting yang baik harus dilakukan pada akhir musim kemarau sebelum pertumbuhan kembali mulai aktif.

Penempatan Pot di dalam Ruangan
Tempatkan pot tanaman tersebut di suatu tempat yang tidak terkena cahaya matahari langsung. Upayakan pada pagi hari tanaman dibawa dan ditempatkan diteras dan siang hari dibawa masuk ke dalam ruangan.

Perbanyakan Adiantum
Suplir dapat dikembangbiakkan secara vegetatif dan generatif. Memperbanyak suplir dengan cara menumbuhkan spora cukup rumit dan memerlukan waktu yang cukup lama. Perbanyakan secara generatif memerlukan waktu sekitar 6 – 12 bulan untuk mendapatkan bibit siap tanam di dalam pot.
Pembiakan suplir yang paling sederhana adalah dengan cara vegetatif yakni memisahkan sebagian rumpun dari induknya. Cara ini sangat mudah dilakukan oleh siapa saja. Perbanyakan ini yang paling baik dilakukan pada awal musim penghujan untuk menghindari stagnasi yang berat.

Varietas
Berbagai varietas suplir yang terkenal adalah Adiantum Capillus veneris, Adiantum Radianum, Adiantum Tenerum, Adiantum Perwianum, Adiantum Cultratum, Adiantum Splendens, Adiantum China

Mengenal Tanaman Hias Acalypha

Acalypha termasuk jenis tanaman perdu yang bisa dipelihara pada ukuran tinggi 60 – 90 cm dengan cara dipangkas. Tanaman tersebut apabila dibiarkan tumbuh terus bisa mencapai ketinggian 1 – 2 m. daunnya berwarna merah, merah tembaga, atau bintik-bintik ungu. Bunganya berbentuk ekor tupai, lebat, dan berwarna merah gelap.

Kebutuhan Cahaya
Acalypha tumbuh baik apabila memperoleh cahaya langsung selama 4 jam atau lebih dalam waktu sehari. Jika tanaman memperoleh cahaya buatan atau alami memerlukan waktu selama 12 jam yang berkekuatan sekitar 800 f.c.

Kebutuhan Suhu
Acalypha memerlukan suhu siang hari 75 – 80 derajat fahrenheit dan suhu malam 60 – 65 derajat fahrenheit.

Media Tanam
Pertumbuhan tanaman yang baik memerlukan media terdiri dari campuran satu bagian tanah, satu bagian kompos atau pupuk kandang, dan satu bagian pasir. Setiap 4,5 kg media tersebut ditambah 1,5 sendok teh Super phospat 20%, 1 sendok makan kapur, dan 2 sendok teh pupuk 5-10-5. media harus selalu diusahakan dalam keadaan lembab sepanjang waktu.

Pemupukan

Jadwal pemupukan dilakukan setiap 3-4 bulan sekali. Akan tetapi bagi tanaman yang baru atau habis repotting (pengepotan kembali), pemupukan harus menunggu setelah 4-6 bulan kemudian.

Pengepotan Kembali
Jika tanaman telah berkembang dan akar tumbuh memenuhi pot, segera dilakukan repotting pada saat hujan telah tiba.


Penempatan Pot di dalam Ruangan
Untuk memperoleh cahaya yang diperlukan bagi pertumbuhan yang normal, pot tanaman ditempatkan didekat jendela. Apabila ada gejala pertumbuhan tanaman nampak merana, tanaman tersebut ditempatkan diluar ruangan agar mendapatkan cahaya secukupnya.

Peremajaan dan Perbanyakan
Peremajaan tanaman yang sudah tua dilakukan dengan cara dipangkas pada awal musim penghujan. Ketinggian tanaman diatur menurut selera.
Perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan stek batang yang dilakukan pada musim penghujan.

Varietas
Beberapa varietas acalypha yang terkenal adalah Acalypha hispida, Acalypha Rubra, Acalypha wilkesiana.

Cara Memperbanyak Tanaman Hias

Pada umumnya ada dua macam cara untuk memperbanyak tanaman hias, yang meliputi : perbanyakan dengan cara generatif, dan perbanyakan tanaman dengan cara vegetatif.

Perbanyakan Generatif
Jika kita ingin memperoleh bibit tanaman hias dalam jumlah banyak untuk dijual, perbanyakan dapat dilakukan secara generatif (menggunakan biji). Namun perbanyakan tanaman secara generatif sering menghadapi beberapa kesulitan sebagai berikut :

  1. Sebagian dari jenis tanaman kurang dikenal atau sulit diperoleh. Misalnya biji tanaman Norfolk, Nolina, dan Palem Botol.
  2. Proses pertumbuhannya memerlukan waktu yang lama dan perlakuan yang rumit
  3. Ada sementara biji tanaman hias yang proses perkecambahannya harus dilakukan dalam kondisi tertentu, misalnya di rumah kaca (greenhouse).

Perbanyakan Vegetatif
Perbanyakan tanaman secara vegetatif dilakukan dengan menggunakan bagian dari tanaman untuk memperoleh tanaman baru. Beberapa cara perbanyakan tanaman secara vegetatif adalah : stek batang, stek daun, stek pucuk , perbanyakan dengan pembagian rumpun, dan perbanyakan dengan cara mencangkok.

Stek Batang
Memperbanyak tanaman dengan stek batang banyak dilakukan pada jenis tanaman Dieffenbachia, Dracanea, Schefflera, dan Kroton.

Stek Daun
Tanaman yang diperbanyak dengan stek daun antara lain : Begonia, Violces, Sanseviera, dan berbagai sukulen. Potongan daun jenis tanaman tersebut bila ditanam di dalam media yang memenuhi syarat akan tumbuh akar dan tunas.

Stek Pucuk
Bagi jenis tanaman tertentu, perbanyakannya terjadi secara alami. Tanaman ini membiak dengan meluncurkan pucuk-pucuknya. Tanaman ini menghasilkan anakan kecil (sucker) yang menjulur panjang dari induknya yang dihubungkan oleh semacam batang kecil melengkung. Tunas itu dapat tumbuh akar dan sebagian akarnya masuk ke dalam tanah menunjang batang induk.
Jenis tanaman yang pembiakannya dapat dilakukan dengan cara stek pucuk adalah Chlorophytum comosum (Lily Paris), Episcia fulgida (cinta abadi).

Perbanyakan dengan pembagian rumpun
Bentuk perbanyakan vegetatif yang paling sederhana adalah menggunakan sobekan rumpun (pols). Banyak jenis tanaman dalam pot yang memiliki lebih dari satu batang tanaman atau rumpun.
Termasuk tanaman pot berumpun adalah : Nephrolepis, Adiantum, Calathea, Maranta, Spathiphyllum, dan sebagian besar bangsa palem.

Perbanyakan tanaman dengan cara mencangkok
Jenis tanaman tertentu, misalnya Scheflera, Kroton, dan Ficus elastica (karet-karetan) apabila ditanam dengan bahan stek akan banyak kehilangan kelembapan melalui penguapan lewat permukaan daun sehingga menjadi layu sebelum akar terbentuk. Oleh karena itu, perbanyakan jenis tanaman ini sebaiknya dilakukan dengan cangkokan.

Mengenal Pupuk Dan Cara Memupuk Tanaman Hias

Pupuk merupakan bahan yang memberikan zat makanan kepada tanaman. Zat makanan tersebut berupa unsur kimia yang digunakan oleh tanaman untuk pertumbuhan dan mempertahankan hidupnya. Tanaman yang tumbuh dan bertambah besar memerlukan unsur hara cukup banyak.

Proses pengambilan unsur hara dari dalam tanah oleh tanaman berlangsung terus menerus sehingga unsur hara yang terkandung dalam tanah lama kelamaan akan habis. Oleh karena itu untuk menjamin kelangsungan hidup dan pertumbuhan tanaman, media tanam yang telah kehabisan unsur hara harus diisi kembali atau ditambah. Pengisian atau penambahan kembali unsur hara yang telah habis dapat dilakukan dengan pemupukan.

Unsur-unsur Hara yang Diperlukan Tanaman
Unsur hara yang diperlukan tanaman hias dan tanaman pada umumnya dapat dikelompokkan menjadi dua golongan besar, yaitu unsur makro dan unsur mikro.

Unsur Hara Makro
Unsur hara makro adalah unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah besar yang meliputi : Nitrogen (N), Fosfor (F), Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), dan Sulfur (S).

Setiap unsur hara makro memiliki fungsi yang sangat penting bagi pertumbuhan dan kelangsungan hidup tanaman.

Unsur hara Nitrogen (N) berfungsi merangsang pertumbuhan vegetatif, seperti daun, cabang dan ranting. Kekurangan unsur N dapat mengakibatkan tanaman menjadi kerdil, lemah, dan warna daun pucat.

Unsur P membantu pertumbuhan batang dan akar yang kuat. Pada tanaman yang sudah besar, unsur ini membantu pembentukan bunga yang normal dan sehat. Kekurangan unsur P dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman terhenti, tanaman tumbuh kerdil, dan daun mengecil hijau.

Unsur K menguatkan dan memperkokoh tubuh tanaman, serta merangsang pertumbuhan daun. Kekurangan unsur K dapat mengakibatkan ujung tanaman menjadi kering terbakar dan daun berguguran mulai dari bawah ke atas.

Unsur Ca berguna untuk merangsang pertumbuhan akar dan bulu akar, pertumbuhan batang serta menunjang penyerapan Kalium. Kekurangan unsur Ca dapat mengakibatkan pertumbuhan daun menjadi tidak sempurna.

Unsur Hara Mikro
Unsur hara mikro adalah hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah kecil yang meliputi Mangan (Mn), Kuprum (Cu), Zeng (Zn), dan Ferrum (Fe).

Macam-Macam Pupuk
Pupuk yang dapat diberikan kepada tanaman dapat dikelompokkan menjadi dua, yakni pupuk alam dan pupuk buatan.

Pupuk Alam
Pupuk alam disebut juga sebagai pupuk organik, yakni pupuk yang berasal dari hewan dan tumbuhan. Termasuk pupuk organik adalah pupuk kandang, pupuk kompos, guano, dan tepung tulang.

Pemakaian pupuk organik dapat menambah kandungan humus pada media tanam dan memperbaiki sifat tanah serta struktur tanah. Pupuk organik ini dapat dipakai sebagai pupuk dasar ataupun pada waktu tanaman sudah lama berada di dalam pot.

Pupuk Buatan
Pupuk buatan disebut juga pupuk anorganik atau pupuk kimia (pupuk pabrik), yaitu pupuk yang dibuat dari bahan-bahan anorganik atau senyawa kimia yang dibuat oleh pabrik. Pupuk buatan ini dapat memberi unsur hara dalam jumlah banyak.

Berbagai Bentuk Pupuk
Saat ini banyak sekali pupuk yang diproduksi dan disajikan oleh pabrik dalam berbagai bentuk dan kemasan. Dari berbagai bentuk produk pupuk tersebut kesemuanya dimaksudkan agar lebih efektif dan praktis dalam pemakaiannya, penyimpanan, dan pengangkutan.

Berbagai bentuk pupuk yang kini banyak beredar di pasaran adalah sebagai berikut :

> Pupuk padat : Urea, TSP dan KCl
> Pupuk butiran : NPK
> Pupuk cair : Bayfolan
> Pupuk tepung : Hyponex
> Pupuk kristal : Gandasil
> Pupuk tablet : Fertimel, Urea tablet

Aturan Pemakaian Pupuk
Pemakaian pupuk harus sesuai dengan petunjuk pabrik yang tertera pada label kemasan.
Pemupukan yang benar dilakukan pada awal musim penghujan atau musim penghujan sedang berlangsung karena pada musim hujan tanaman tumbuh aktif. Sebaliknya pada musim kemarau tanaman pada umumnya mengalami masa istirahat.

Pemberian pupuk tidak akan efektif tanpa cahaya. Oleh karena itu pemberian pupuk pada kondisi cahaya yang sangat minim akan mengakibatkan tanaman mati.

Jadwal pemupukan tanaman hias daun pada umumnya dilakukan tidak lebih dari sekali dalam kurun 3-6 bulan, kecuali tanaman-tanaman tertentu kadang-kadang dipupuk dalam frekuensi sebulan sekali lewat daun.

Cara Memupuk
Pemupukan melalui media tanam dapat dilakukan dengan cara dibenam, ditabur, atau diencerkan dan disiramkan pada media tanam. Pupuk yang pemakaiannya langsung dibenam atau ditabur di tanah sebaiknya langsung disiram dengan air agar pupuk tersebut segera diserap oleh akar.

Unsur hara juga dapat masuk kedalam daun karena adanya proses difusi dan osmosis pada mulut daun (stomata). Daun memiliki mekanisme kerja membuka dan menutup stomata menurut kebutuhan sesuai dengan kondisi lingkungannya. Pada kondisi basah, ia akan membuka stomata dan pada kondisi kering stomata tertutup.

Pemupukan melalui daun tidak bermaksud memenuhi seluruh kebutuhan unsur hara untuk seluruh pertumbuhan. Pemupukan lewat daun hanya sebagai pelengkap dari pupuk yang diberikan lewat media tanam. Pemupukan lewat daun dilaksanakan untuk memberikan unsur-unsur hara yang kebutuhannya dalam jumlah rendah.

Mempersiapkan Media Tanam untuk Tanaman Hias

Pada umumnya media tanam untuk tanaman hias dalam pot adalah media tanam yang banyak mengandung bahan organik cukup tinggi. Media tanam yang banyak mengandung bahan organik dapat bertahan lunak, porous, udara dapat mencapai akar, kelembapan terjamin, unsur hara cukup, dan pertumbuhan tanaman tidak terganggu.

Media tanam yang paling bagus dan cocok bagi sebagian besar tanaman hias tersusun dari bahan-bahan sebagai berikut :

1. Satu bagian tanah biasa
2. Satu bagian pasir
3. Satu bagian bahan organis yang berasal dari pupuk kandang, kompos (moss) atau humus

Setiap 4,5 kg media tersebut perlu ditambahkan kapur sebanyak satu sendok makan untuk mengurangi keasaman dalam kompos. Disamping itu kapur juga mengandung kalsium (Ca) yang berfungsi menguatkan dinding-dinding sel tanaman. Media tersebut juga perlu ditambah pupuk buatan 5-10-5 atau 10-20-10 sebanyakk 2 sendok teh. Untuk mendapatkan konsentrasi unsur P yang lebih tinggi maka media tadi dapat ditambah 1,5 sendok teh super phosphat 20%.

Tanah yang berasal dari kebun kemungkinan mengandung penyakit, jamur, serangga, dan berbagai biji gulma. Oleh karena itu, tanah tersebut harus disterilkan terlebih dahulu. Cara mensterilkan media tanam dapat dilakukan dengan disiram air mendidih, disemprot insektisida, fungisida, atau disangrai. Sterilisasi dilakukan secara berkala 2 kali seminggu selama satu bulan agar media benar-benar steril.

Setelah campuran media tersusun dan selesai disterilkan, maka media tersebut sudah siap untuk diisikan ke dalam pot.

Mengisikan Media ke dalam Pot
Semua tanaman hias yang akan ditempatkan di dalam ruangan harus ditanam dalam pot. Cara pengisian pot dengan media tanam adalah sebagai berikut :

>Dasar pot yang akan diisi media tanam harus berlubang agar air yang ada didalamnya sebagian dapat keluar melalui lubang tersebut.
>Pada dasar pot diisi pecahan batu bata atau genteng dari tanah sebagai peresap atau pengikat air.
>Kemudian media kita masukkan ke dalam pot.

Berbagai Macam Pot
Kebanyakan pot tanaman hias dibuat dari tanah liat. Namun ada juga pot yang terbuat dari porselen, keramik, semen, dan bahan-bahan lainnya yang lebih menarik. Semua bahan pembuat pot tadi masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Para pemakai pot dapat memilih dengan pertimbangan atau kriteria penampilannya yang artistik, keawetannya, harganya, dan fungsinya sebagai wadah media.

Kalangan tertentu banyak juga yang memilih pot dari keramik, porselen, atau plastik, walaupun harganya agak mahal. Pot-pot itu banyak diminati karena penampilannya menarik, bersih, tahan lama, dan mudah dibersihkan dari segala kotoran yang menempel. Pot porselen dan keramik ini jika terbentur benda keras atau jatuh bisa pecah. Apabila media di dalam pot kelebihan air, maka tidak dapat merembes melalui pori-pori dinding pot.