Sunday, February 14, 2010

Menjaga Stabilitas Kelembapan Tanaman

Air merupakan zat yang paling penting bagi tanaman, maka penyiraman pada tanaman tak dapat diabaikan. Di dalam sel-sel tanaman khususnya di dalam daun, air berfungsi menjaga ketegangan sel (turgor) agar tetap mengembang, tidak mengkerut, dan layu. Oleh karena itu tanaman harus dijaga jangan sampai kekurangan air. Akan tetapi tanaman yang berlebihan air justru dapat membahayakan tanaman itu sendiri. Air yang berlebihan akan mengusir udara keluar dari dalam tanah, sehingga akar membusuk dan akhirnya tanamanpun akan mati.



Kebutuhan Air Siraman

Jumlah air siraman yang tepat memang tidak mudah karena kebutuhan air bagi setiap tanaman sangat bervariasi. Kebutuhan air bagi setiap tanaman dipengaruhi oleh faktor suhu lingkungan, umur, besar kecilnya tanaman, jenis media, jenis tanaman itu sendiri, besar kecilnya pot, dan musim.

Pada musim kemarau tanaman harus disiram dua kali sehari. Pemberian air siraman harus sampai batas kapasitas lapang. Artinya air siraman tersebut hanya mengisi pori mikro saja, sedangkan pori makro tetap berisi udara. Dengan demikian proses pernafasan dan metabolisme tanaman tetap berjalan lancar.

Bagi tanaman yang memasuki fase pertumbuhan vegetatif sebaiknya frekuensi penyiraman ditingkatkan agar pertumbuhan tanaman tidak terganggu. Akan tetapi, pada saat tanaman itu memasuki fase generatif, yakni pada waktu tanaman mulai berbunga, penyiraman tidak boleh berlebihan. Penyiraman yang berlebihan dapat menyebabkan kerontokan bunga.

Penyiraman tanaman yang paling tepat adalah pada pagi hari sebelum matahari memancarkan sinar terik dan sore hari sesudah matahari mulai meredup. Penyiraman yang dilakukan pada siang hari sangat tidak efektif karena memboroskan air akibat penguapan, bahkan cairan pada tanaman ikut tertarik ke luar.

Air siraman harus bersih, misalnya air sumur atau air PAM. Jika menggunakan air PAM, harus diendapkan terlebih dahulu untuk menghindari adanya kaporit. Air PAM yang mengandung kaporit dapat menyebabkan kematian pada tanaman.

Penyiraman harus dilakukan pada seluruh bagian tanaman. Penyiraman di arahkan mulai dari ujung tanaman dan daun-daun, ranting, cabang, batang dan akar. Cara penyiraman semacam ini dapat membuat tanaman lebih segar dan dapat menghilangkan debu-debu yang menempel pada tanaman.



Cara Meningkatkan Kelembapan

Tanaman hias daun seperti Schefflera, Kroton, dan lain sebagainya berasal dari daerah semi tropis bersuhu rata-rata 27 derajat celcius dengan kelembapan 50% - 70%. Kelompok tanaman ini dapat tumbuh baik di dalam ruangan tanpa perlakuan yang istimewa.

Perlakuan yang perlu diperhatiakn terutama pada saat musim kemarau, adalah menciptakan kelembapan yang tinggi dengan cara menyiram tanaman beberapa kali dalam sehari. Hal ini dilakukan agar kelembapan menjadi stabil.

Ada beberapa cara untuk meningkatkan tanaman di dalam pot, antara lain sebagai berikut :

  1. Pot tanaman ditempatkan dalam sebuah wadah sedalam 5 cm. wadah tadi diisi pasir atau moss, pecahan batu bata atau kerikil, kemudian diisi air. Pengisian air diupayakan tidak menyentuh dasar pot agar akar tanaman tidak tergenang air. Proses penguapan air di dalam wadah akan berlangsung terus menerus sehingga kelembapan tanaman yang berada di dalam pot meningkat 3 – 5 kali lebih cepat.
  2. Meningkatkan kelembapan tanaman dengan penyemprotan, cara ini sangat mudah dan sederhana karena kita cukup mengambil selang yang dilengkapi dengan sprayer kemudian dihubungkan ke kran air. Pencairan air dari sprayer diarahkan ke permukaan daun. Penyemprotan juga dapat menggunakan gembor yang dilakukan sehari dua kali. Penyemprotan semacam ini kecuali menciptakan kelembapan di sekitar permukaan daun, sekaligus membersihkan debu-debu yang melekat dan menutup stomata sehingga air mudah masuk ke dalam tanaman melalui stomata daun.
  3. Cuaca panas menyebabkan penguapan yang berlebihan pada tanaman sehingga daun tampak layu. Untuk mengatasi kondisi semacam itu, kita dapat meletakkan tanaman di kamar mandi. Beberapa hari kemudian tanaman akan terlihat segar kembali sehingga dapat dipindahkan kembali ke dalam ruangan semula.
  4. Kelembapan tanaman dapat juga dilakukan dengan cara menempatkan tanaman saling berdekatan. Cara semacam ini akan dapat menimbulkan kelembapan di sekitar tanaman karena pada setiap daun tanaman terjadi penguapan terus menerus. Untuk menjaga nilai artistik suatu ruangan sebaiknya beberapa tanaman yang dikelompokkan tadi ditata yang rapi sehingga tanaman tetap tampak indah.
  5. Cara lain untuk menjaga stabilitas kelembapan tanaman adalah dengan cara memberi kerodong plastik pada tanaman. Hal ini dilakukan jika cuaca sangat panas, lebih-lebih tanaman muda atau bibit. Caranya tanaman dikerodong atau dibungkus dengan plastik tipis yang tembus pandang. Untuk menghindarkan tanaman tertekan atau rusak, maka kerodong tersebut dapat ditopang dengan bilah bambu atau kayu.

No comments:

Post a Comment