Tuesday, July 3, 2012

PEMANGKASAN ANGGUR / PRUNING

Dalam budidaya anggur, pemangkasan adalah kunci utama untuk mendapatkan hasil yang optimal. Sebenarnya pemangkasan dengan menggunduli tanaman anggur adalah sebuah teknik memanipulasi tanaman anggur untuk mendapatkan sebuah keadaan seperti saat mereka berada di tempat asalnya di daerah sub-tropis dengan 4 musim, pada musim gugur seluruh daunnya rontok dilanjutkan dengan musim dingin yang membuat mereka memasuki masa dormant. Selanjutnya saat memasuki musim semi mereka akan kembali tumbuh dengan membawa cluster-cluster bunga. Dengan melakukan pemangkasan kita tidak hanya membantu tanaman anggur untuk berbuah tetapi juga sekaligus menata percabangan sesuai dengan keinginan. Penataan yang dimaksud adalah membentuk tajuk tanaman. Bagaimana kita harus menatanya tergantung dari system apa yang akan digunakan dalam penataan tersebut.

Berikut ini adalah beberapa system pemangkasan yang biasa dilakukan untuk membentuk tajuk tanaman anggur dengan tujuan masing-masing:

1. Head pruning / cane pruning
Pemangkasan dengan system ini adalah pemangkasan paling sederhana yang sudah dilakukan sejak ratusan tahun yang lalu. Tanaman anggur dibuat bertajuk pendek dan berdiri sendiri tanpa bantuan penyangga, penyangga hanya dibutuhkan saat tanaman masih berbatang utama kecil dan lemah. Awalnya system pemangkasan ini hanya digunakan untuk pembentukan tajuk dan pembuahan anggur varietas wine, tetapi sekarang banyak juga digunakan untuk memangkas tanaman anggur tabulampot karena tujuannya sama yaitu untuk membentuk tanaman tetap kecil dan pendek.

membuahkan anggur


2. Spur pruning
Yang dimaksud dengan system pemangkasan ini adalah membentuk tajuk tanaman mengikuti jalur yang biasanya menggunakan kawat penyangga berbentuk menyerupai pagar, system pemangkasan ini digunakan untuk penanaman dengan system trelis. Spur pruning bisa juga diaplikasikan pada penanaman dengan system para-para yang umum dilakukan di Indonesia. Pada prinsipnya pemangkasan system ini hanya menyisakan beberapa mata tunas saja di cabang tersiernya.

pemangkasan sistem pagar
Gambar di atas adalah penanaman dengan system trelis, terlihat batang utamanya hanya dibuat setinggi kurang dari 1 meter, cabang sekundernya mengikuti jalur kawat yang terbentang dan cabang tersiernya yang membawa cluster buah tumbuh vertikal pada cabang sekundernya hingga berbentuk menyerupai pagar.

pemangkasan pohon anggur
Dilihat dari dekat lebih jelas bahwa dari setiap cabang tersiernya telah tumbuh 1 atau 2 cabang tersier baru, pemangkasan dilakukan pada cabang-cabang tersier baru tersebut dengan pola: membuang cabang teratas dan memendekkan cabang yang terdekat dengan cabang sekundernya. Tujuannya adalah supaya tajuk tanaman tidak banyak berubah dan menjadi terlalu besar tidak tertata rapi sesuai jalurnya.

pemangkasan sistem trelis
Cabang tersier yang tumbuh di bagian teratas telah dibuang, selanjutnya adalah memangkas cabang tersier yang tepat berada di cabang sekundernya. Selain cabang-cabang ini hendaknya segera dibuang termasuk cabang air (sucker) yang biasanya tumbuh acak dari cabang sekunder maupun dari batang primernya, kecuali jika memang direncanakan sebagai cabang baru/pengganti.

pemangkasan pohon anggur
Setelah pemendekan cabang tersier dan pembuangan semua cabang-cabang air (sucker) akan membuat tanaman anggur bertajuk seperti gambar di atas. Selanjutnya tinggal menunggu pertumbuhan cabang-cabang tersier yang baru. Tentu saja selama pertumbuhannya cabang air harus selalu dibuang karena cabang air bukanlah cabang produktif tetapi justru akan menjadi pemborosan nutrisi yang seharusnya mengalir ke cluster buahnya. Jika treatment pra-pemangkasan dilakukan dengan benar, pemangkasan juga dilakukan dengan tepat tentunya akan menghasilkan cluster-cluster buah anggur yang baik dalam kuantitas dan kualitasnya seperti gambar berikut.
hasil pemangkasan sistim pagar

Penerapannya ke dalam bentuk para-para juga sama seperti yang telah diuraikan di atas, hanya saja bedanya cabang sekunder umumnya dibuat menyebar merambat pada para-para dan diatur sesuai dengan bentuk para-paranya agar tajuk tanaman bisa menyebar dengan baik dan tidak tumpang tindih.

Tidak hanya itu, system spur pruning ini juga bisa diaplikasikan dengan berbagai model trelis system. Perbedaannya hanyalah penyangga tempat tanaman anggur merambat saja.

Posting halaman ini adalah request dari bapak Ari di Tuban.

Selanjutnya pemangkasan pohon anggur "tabulampot".
Pada prinsipnya pemangkasan yang harus dilakukan sama saja dengan pemangkasan seperti yang telah diuraikan di atas. Anggur tabulampot bisa dipangkas dengan metode batang primer, cabang sekunder dan cabang tersier. Bisa diterapkan juga system penanaman trelis maupun parapara ataupun hanya dengan system pergola sederhana. Menurut saya, system pergola sederhana yang paling tepat digunakan, mengingat tajuk yang bisa dihasilkan dengan media pot yang relatif kecil tidaklah terlalu besar dan lebar.

tabulampot anggur
1. Tanam bibit anggur di dalam pot dan gunakan media yang kaya nutrisi, semakin besar pot tentu makin baik, tetapi biasanya untuk estetikanya pot yang relatif kecil akan terlihat lebih indah.
2. Biarkan tanaman tumbuh terus dengan 1 batang utama saja sampai ketinggian minimal 180 cm.
3. Lakukan pemangkasan hanya pada ujung tanaman saja sekalian membuang semua daun yang tersisa. Panjangnya batang yang dipangkas disesuaikan dengan ukuran lingkar pergolanya.
4. Dengan pemeliharaan yang baik akan tumbuh tunas-tunas baru yang sudah bisa menghasilkan bunga, buang semua cabang yang tidak berbunga.
5. Usahakan cabang yang mulai memanjang selalu diarahkan kembali ke dalam pergola untuk membuat tabulampot tetap berbentuk rapi dan indah.

Demikian cara yang paling sederhana dalam pemangkasan anggur dalam pot. Buah yang dihasilkan bisa sama ukuran  dan rasanya, tetapi perlu diperhatikan jumlah clusternya, terlalu banyak cluster buah bisa menyebabkan buah tidak mampu matang sempurna. Jadi, lebih baik dibuahkan sedikit dengan kualitas yang memuaskan daripada terlalu banyak dan akhirnya kecewa karena batal menikmatinya.

No comments:

Post a Comment